Saya baru sadar.
Betapa jahatnya gue bertindak acuh tak acuh. bertindak seakan akan gaada apa apa. bertindak seakan semua kembali di awal. mengajak melambung tinggi, tapi kemudian ngelepas hal itu menukik sendirian, menentukan arah sendirian. God. gue baru baca lagi hal itu. dan iya. jahat banget gue. Thanks.
Rabu, 20 Februari 2013
Jumat, 08 Februari 2013
Kamu
Kamu, kamu tidak tahu menahu kan. kata kata apa saja yang sudah jadi bahan rangkaian kalimat yang sudah saya lontarkan kepada dia?
Kamu juga tida tahu menahu, betapa saya kehilangan jangkar saya untuk berhenti dan berlabuh sejenak 'lagi' walau hanya sekedar ingin membeli kebutuhan awak kapal?
Tidakkah kamu tahu? tentulah. bodohnya saya. karena jujur kepada kamu, jauh lebih sulit daripada menjalankan hari kebalikan seharian bersama patrick dan spongebob.
Kamu bisa anggap semua hanya lelucon belaka, tapi rasa ingin di panggil lagi itu kembali memanggil, menyeruak setelah saya kira terkubur bersamaan dengan 'mobil pasir dia' yang lewat.
Kamu juga tidak tahu, betapa saya bisa dengan mudah jujur tentangmu, ke selain kamu. dan saya akui betapa bodohnya saya disitu. poci poci banget. iya.
Karena normal tidak ada dalam kamus saya ketika kamu sudah menjadi temanya.
sekarang hanya asap itu panorama wajib saya setiap menutup senja
hanya siluet itu siklus panorama wajib saya yang setia menemani.
hah. andai saja kamu baca ini, dan mengerti.
Saya tidak perduli lagi dengan bahasa yang kamu gunakan, alien pun bisa berkomunikasi dengan adanya keinginan. saya yang idiot gapercaya akan 'keinginan' saya, sama hal yang selama ini saya panggil dengan sebutan kamu.
Eksplorasi bahasa unikmu bisa menjadi goresan warna, dan percikan gradasi di kanvas saya. tapi, lagi lagi saya terlalu idiot untuk kembali menggunakan pensil yang datar.
Saya gangerti kamu ngerti apa enggak, kalo baca ini. tapi disitu intinya. apa? ya intinya itu cuma kamu!
Kamu juga tida tahu menahu, betapa saya kehilangan jangkar saya untuk berhenti dan berlabuh sejenak 'lagi' walau hanya sekedar ingin membeli kebutuhan awak kapal?
Tidakkah kamu tahu? tentulah. bodohnya saya. karena jujur kepada kamu, jauh lebih sulit daripada menjalankan hari kebalikan seharian bersama patrick dan spongebob.
Kamu bisa anggap semua hanya lelucon belaka, tapi rasa ingin di panggil lagi itu kembali memanggil, menyeruak setelah saya kira terkubur bersamaan dengan 'mobil pasir dia' yang lewat.
Kamu juga tidak tahu, betapa saya bisa dengan mudah jujur tentangmu, ke selain kamu. dan saya akui betapa bodohnya saya disitu. poci poci banget. iya.
Karena normal tidak ada dalam kamus saya ketika kamu sudah menjadi temanya.
sekarang hanya asap itu panorama wajib saya setiap menutup senja
hanya siluet itu siklus panorama wajib saya yang setia menemani.
hah. andai saja kamu baca ini, dan mengerti.
Saya tidak perduli lagi dengan bahasa yang kamu gunakan, alien pun bisa berkomunikasi dengan adanya keinginan. saya yang idiot gapercaya akan 'keinginan' saya, sama hal yang selama ini saya panggil dengan sebutan kamu.
Eksplorasi bahasa unikmu bisa menjadi goresan warna, dan percikan gradasi di kanvas saya. tapi, lagi lagi saya terlalu idiot untuk kembali menggunakan pensil yang datar.
Saya gangerti kamu ngerti apa enggak, kalo baca ini. tapi disitu intinya. apa? ya intinya itu cuma kamu!
Langganan:
Komentar (Atom)