![]() |
| faridanazg.files.wordpress.com |
Apakah saya bahkan mendapat kesempatan, untuk melantuknan abjad abjad yang merangkai namamu, dalan lantunan doa yang begitu panjang?
Ah, memang siapa saya ini. bermimpi dapat bertemu kembali dan dipersatukan dari sebuah pertemuan yang tak sampai sehari?
Ingat nama sayapun, belum tentu. terlintas abjad pertamapun sudah bersyukur.
Sedangkan kamu? Nama yang begitu di-elu-kan dimana mana, terdengar gema nya dari ujung lorong hingga pelosok pelosok sudut kamar rumah.
Satu satunya pelarian yang dapat saya lakukan hanyalah mimpi. Disana tidak ada yang melarang fantasi saya berkeliaran dan berkelana mencarimu, kan?
Kali ini mungkin, baru saya akan belajar, melantunkan dan mengcurahkan perasaan dalam diam. Pilihan bahasa bukanlah lagi abjad abjad yang merangkai kata, lalu merangkai kalimat yang dapat kau ubah ubah intonasinya,
Bait Puisinya bukan lagi terdiri dari huruf huruf alphabet dan semua tanda bacanya, melainakn terdiri dalam sebuah bisikan doa, senyuman, dan mata yang berbinar tiap kali ingat akan senyuman tulus yang keluar dari bibirnya itu.
Terasa begitu sempurna, sampai megingatnya saja membuat hari ini cukup bertema.
Ya, semuanya sekarang saya lakukan dalam diam.
Tuhan, saya tau, bahwa perasaan membuncah tak terkendali ini akan membuat saya bertingkah sangat konyol, bahkan rangkaian kata saya diatas mungkin sudah terbilang konyol bagi beberapa orang, tapi izinkan saya bisikkan lagi dan saya titipkan kepada angin, beberapa kalimat doa dan harapan saya.
Bila memang baik, dekatkanlah
Bila tidak baik, kuatkanlah saya untuk menerima.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar