Hihihi,
baru baca blog seseorang yang bilang kalo nulis itu asik. dan asik banget.
i couldn't agree more.
dan setuju juga sama orang itu, kalo kadang suka sebel ngeliat orang yang tulisannya konsisten dengan gaya bahsanya di setiap postingan blog-nya. dan gak kalah setujunya lagi kalo kita unik dengan gaya bahasa kita sendiri, kalo kata doi sih "be bold bro!" Jadi mari kita ber-bold-ria.
Gue dengan gaya bahasa yang gak ada spesies bahkan familinya. yang awalnya jelas akhirnya ngatung kaya celana para rocker jalanan yang punya poni lempar, atau awalnya kosong gak ada makna bawahnya jadi sok puitis dan berisi, uhuk. atau emang gaada isinya sama sekali (yang ini mungkin mendominasi).
So, kembali mau curhat yang dicolong. atau orang bilangnya curcol.
Jadi ceritanya kemaren kemaren tuh lagi nyari dukungan, buat suatu tindakan yang gue gak yakin bakal ada faedahnya apa engga, atau mungkin bisa dibilang yang gue sebenarnya tau ada / enggaknya manfaat dari tindakan itu tapi masih belum mantep dan mau mengakui, jadi ya cerita sana sini. dan melihat pendapat mereka-ers.
Mereka sih menyemangati, menyuruh untuk maju. untuk jalan. untuk bergerak ke depan.
dan itu yang gue mau, eh salah itu yang gue kira gue mau pada awalnya.
Ternyata gue orang yang cukup gengsi buat mengakui beberapa hal, termasuk yang ini. baru engeh. kalo sebenernya. gue gak seberani itu, kalo gue belum ada nyali buat maju ke situ.
maaf ya. kayanya untuk yang ini. aku mundur dulu. aku pasif dulu. aku diem dulu. belum berani nitipin harapan harapan itu lagi sama awan awan di langit. belom siap jatoh lagi. ya, belum siap jatuh lagi. :)
but however. thanks dukungannya gais. tapi mungkin engga sekarang :)
Rabu, 19 Desember 2012
Sh.
Nope. no more waiting, i think we all agree!
hm.
rite now? Yes. i need a stop button. plis.
care? aren't i? But can't do this anymore? You got it
Senin, 17 Desember 2012
Jeez.
Jeez. what i've been doing lately is so.............................................unpredictable yet so much fun! *hayo ngawur inggrisnya* wkwkwk.
yap, dimulai dengan segala ujian akhir semester yang mostly menentukan kemana gue bakal lanjut. di lanjutkan dengan salah satu prokernya kemas yang diadain barengan sama tesis, and then there's "xc goes to dufan at remedial week" a days later there's TESIS and of course, BASIS (proker kemas yang diadain bareng sama tesis)
Di TESIS ini, yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. singkat & garis besarnya, para Delapan 2014 ini, semacam homestay 3 hari 2 malam di sebuah desa namanya desa tambak mekar, subang jawa barat. disitu kita ngadain penelitian buat di jadiin sebuah karya ilmiah. disitu kita tinggal di rumah penduduk sana. ya, numpang juga bisa dibilang gitu sih.
Gak muna, gak klise. ini seru banget.
banyak banget 2014 yang berawalan dengan kontranya terhadap acara ini, end up with askin TESIS one more time! karena emang nyatanya seru banget gais.
oke.
Dan, buat BASIS-nya. Allhamdulillah lancar, disini kita kita kerja sama dengan pihak forum studi islamnya - FKUI kita ngadain pengobatan gratis dan pendistribusian sembako gratis, jalannya acara ini juga engga lepas dari kontribusi para 2015 & 2013, yang mana gue gangerti bakal gimana jadinya kalo engga ada mereka. seriously gais. thanks abis. berat. sangat :)
And so, there's also something that kinda bother me.
sedikit dihantui, ya bukan di hantui juga sih. sedikit di temani dengan beberapa pertanyaan.
terutama buat kamu, saya merasa banyak belajar dari kamu. merasa perlu lebih banyak belajar lagi setelah ketemu sama kamu.
Ngerasa gimana enaknya ketika kita kena imbas atas perbuatan baik seseorang, dan mendorong saya untuk lebih sering berbuat baik dan menjadi orang yang lebih baik.
Kamu, apakah memang seperti ini jalan jejak yang kamu tinggalkan? apa begitu juga dapatnya semua orang setelah ketemu sama kamu? apakah, memang tidak ada peninggian walau cuma sebenang. ekhm untuk orang orang tertentu. yang mana mungkin saya berharapnya itu saya.
Hal hal yang belakangan ini membuat saya lebih waspada membuat saya lebih takut untuk kembali turun. tapi lebih takut jika rasa takut tidak cukup untuk membendung sifat ceroboh saya untuk kembali turun lagi. lebih dalam.
saya bingung, sebenarnya saya ini bingung kenapa? apa karena memang saya hanya takut? apa iya? pengharapan akan peninggian itu hanya keinginan duniawi saya yang begitu serakah. sehingga berfikir jernihpun sulit bagi saya.
Tapi jikalau boleh kata ini saya ucap dan haturkan. betapa beruntungnya dia dia yang pernah kamu tinggikan. pernah kamu keataskan. pernah kamu bendung dan kamu jaga. tidaklah luput saya dari sifat kemanusiaan saya, maafkan ke-iri-an saya.
Karena saya rasa, saya kembali jatuh buat kamu.
terlepas betapa saya akan mengutuk diri sendiri karena terlalu bodoh, tapi sekarang saya mau percaya dulu. sama kamu. sama hati saya yang cukup bodoh untuk turun kembali. menginginkan awan peninggianmu.
yap, dimulai dengan segala ujian akhir semester yang mostly menentukan kemana gue bakal lanjut. di lanjutkan dengan salah satu prokernya kemas yang diadain barengan sama tesis, and then there's "xc goes to dufan at remedial week" a days later there's TESIS and of course, BASIS (proker kemas yang diadain bareng sama tesis)
Di TESIS ini, yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. singkat & garis besarnya, para Delapan 2014 ini, semacam homestay 3 hari 2 malam di sebuah desa namanya desa tambak mekar, subang jawa barat. disitu kita ngadain penelitian buat di jadiin sebuah karya ilmiah. disitu kita tinggal di rumah penduduk sana. ya, numpang juga bisa dibilang gitu sih.
Gak muna, gak klise. ini seru banget.
banyak banget 2014 yang berawalan dengan kontranya terhadap acara ini, end up with askin TESIS one more time! karena emang nyatanya seru banget gais.
oke.
Dan, buat BASIS-nya. Allhamdulillah lancar, disini kita kita kerja sama dengan pihak forum studi islamnya - FKUI kita ngadain pengobatan gratis dan pendistribusian sembako gratis, jalannya acara ini juga engga lepas dari kontribusi para 2015 & 2013, yang mana gue gangerti bakal gimana jadinya kalo engga ada mereka. seriously gais. thanks abis. berat. sangat :)
And so, there's also something that kinda bother me.
sedikit dihantui, ya bukan di hantui juga sih. sedikit di temani dengan beberapa pertanyaan.
terutama buat kamu, saya merasa banyak belajar dari kamu. merasa perlu lebih banyak belajar lagi setelah ketemu sama kamu.
Ngerasa gimana enaknya ketika kita kena imbas atas perbuatan baik seseorang, dan mendorong saya untuk lebih sering berbuat baik dan menjadi orang yang lebih baik.
Kamu, apakah memang seperti ini jalan jejak yang kamu tinggalkan? apa begitu juga dapatnya semua orang setelah ketemu sama kamu? apakah, memang tidak ada peninggian walau cuma sebenang. ekhm untuk orang orang tertentu. yang mana mungkin saya berharapnya itu saya.
Hal hal yang belakangan ini membuat saya lebih waspada membuat saya lebih takut untuk kembali turun. tapi lebih takut jika rasa takut tidak cukup untuk membendung sifat ceroboh saya untuk kembali turun lagi. lebih dalam.
saya bingung, sebenarnya saya ini bingung kenapa? apa karena memang saya hanya takut? apa iya? pengharapan akan peninggian itu hanya keinginan duniawi saya yang begitu serakah. sehingga berfikir jernihpun sulit bagi saya.
Tapi jikalau boleh kata ini saya ucap dan haturkan. betapa beruntungnya dia dia yang pernah kamu tinggikan. pernah kamu keataskan. pernah kamu bendung dan kamu jaga. tidaklah luput saya dari sifat kemanusiaan saya, maafkan ke-iri-an saya.
Karena saya rasa, saya kembali jatuh buat kamu.
terlepas betapa saya akan mengutuk diri sendiri karena terlalu bodoh, tapi sekarang saya mau percaya dulu. sama kamu. sama hati saya yang cukup bodoh untuk turun kembali. menginginkan awan peninggianmu.
Sabtu, 01 Desember 2012
recently.
so guys, there's several things that happened, loh.
1. B 812 WS berpindah 'kediaman'
Siapa sih B 812 WS ini? ini merupakan plat mobil salah seorang yang paling disayang oleh para pendaki bukit duri. eh ga cuma pendakinya kok, semua warganya. gue yakin. doi adalah seorang pemimpin yang menurut gue di 1,5 tahun dia ada di bukit duri, cukup membawa bekas yang mendalam. karena gaya kepemimpinannya yang khas.
Tiba tiba, selasa minggu lalu. bukit duri-ers mendengar kabar, kalo doi harus berpindah kediaman, kalo doi gabakal memarkirkan mobilnya yang berplat B 812 WS ini lagi di SMA 8 Jakarta.
Bukan mau suudzon dengan pengganti doi. tapi gimana sih rasanya, ketika sudah merasa nyaman dengan segala 'dunia' yang dia buat sehingga 'aura' yang kita dapet itu nyaman, and suddenly dia harus pergi. No kiddin. Leave. Doi kabarnya harus memimpin sekolah lain yang mungkin, memang saat ini butuh seseorang seperti doi. Ya, that shows, how great she is. am i rite?
So, meskipun sedih mengharu bara di para pendaki bukit duri, kami juga bangga banget bu sama ibu :') and absolutely bakal kangen sekali sama ibu. no kiddin bu, kami doain terus ya bu. semoga sukses disana, semoga kami juga bakal tetep bisa lancar dalam segala hal, dengan siapapun nanti yang memimpin kami.
Sama sama saling mendoakan ya, Bu Wieke Salehani. Kepsek SMA 8 Jakarta, our lovely one!
2. Huft. Hmpfth.
Sepertinya, belum heboh rasanya kalo hanya kepsek 8 yang bakal 'pindah kediaman' 2 hari kemudian, berita yang menyebalkan, (hm. mungkin sebenarnya lebih ke arah berita yang tidak ingin di dengar) kembali terngiang di para pendakit bukit duri, lagi lagi kami harus menerima bahwa akan ada 2 orang warga SMAN 8 Jakarta yang akan 'berpindah kediaman'. sedih ya? banget! kalo untuk 2 orang ini, beliau beliau ini entah berpindah kemana.
Yang jelas, berasa sial abis. habis tau kepsek harus pindah, 2 orang guru kami 'ikutan'. siapa?
Pak Acep Abdullah
Guru Biologi.
baca post gue 2 sebelum ini? sebenarnya doi, ngajar di kelas gue karena menggantikan bu Yus yang di semester ini sedang ada halangan untuk mengajar. At first, ya. semuanya biasa saja. Makin kesini, ternyata doi ngajarnya asik *no kid pak* foto yang gue post di 2 post sebelum ini itu hari rabu. dimana gue berfikir kalo doi hanya berhenti mengajar kelas kelas bu yus yang beliau gantikan. yang gue gak tau, adalah doi beneran gabakal ngajar lagi. bener bener. gabakal. ketemu lagi sama doi sebagai guru smandel.
berita ini sudah cukup menyebalkan.
Miss Litachem!
Guru Kimia.
guru yang khas dengan baju yang selalu fashionable & colorfull ini juga ternyata bakal resign dari smandel. How come? gatau deh. yang jelas lagi lagi berita itu serasa batu bata yang nimpuk abis jatoh kepleset di bawah tangga yang ikutan kesirem air ember, rasanya 'aduh, pake ikutan ketimpuk batu bata segala sih' berasa sial kuadrat, sedih kuadrat, iya banget.
Guru yang juga khas dengan "ini enggak sulit kok nak" "cuma buat pengetahuan kamu aja nak" ini juga ternyata harus resign. ditanya gimana pendapat? sedihlah-_-
Tapi............................YA HARUS MENERIMA. hehe^^
Intinya, Bu, Pak, dan Bu. terima kasih sekali waktu, kalimat, perhatian, kesabaran, dan hal hal lain yang telah ibu dan bapak berikan. Yang jelas, membuat kami semua gak pengen ibu sama bapak gak di 8 lagi.
Semoga sukses di jalan yang udah dipilihnya, Bissmillah ya pak, bu! :)
1. B 812 WS berpindah 'kediaman'
Siapa sih B 812 WS ini? ini merupakan plat mobil salah seorang yang paling disayang oleh para pendaki bukit duri. eh ga cuma pendakinya kok, semua warganya. gue yakin. doi adalah seorang pemimpin yang menurut gue di 1,5 tahun dia ada di bukit duri, cukup membawa bekas yang mendalam. karena gaya kepemimpinannya yang khas.
Tiba tiba, selasa minggu lalu. bukit duri-ers mendengar kabar, kalo doi harus berpindah kediaman, kalo doi gabakal memarkirkan mobilnya yang berplat B 812 WS ini lagi di SMA 8 Jakarta.
Bukan mau suudzon dengan pengganti doi. tapi gimana sih rasanya, ketika sudah merasa nyaman dengan segala 'dunia' yang dia buat sehingga 'aura' yang kita dapet itu nyaman, and suddenly dia harus pergi. No kiddin. Leave. Doi kabarnya harus memimpin sekolah lain yang mungkin, memang saat ini butuh seseorang seperti doi. Ya, that shows, how great she is. am i rite?
So, meskipun sedih mengharu bara di para pendaki bukit duri, kami juga bangga banget bu sama ibu :') and absolutely bakal kangen sekali sama ibu. no kiddin bu, kami doain terus ya bu. semoga sukses disana, semoga kami juga bakal tetep bisa lancar dalam segala hal, dengan siapapun nanti yang memimpin kami.
Sama sama saling mendoakan ya, Bu Wieke Salehani. Kepsek SMA 8 Jakarta, our lovely one!
2. Huft. Hmpfth.
Sepertinya, belum heboh rasanya kalo hanya kepsek 8 yang bakal 'pindah kediaman' 2 hari kemudian, berita yang menyebalkan, (hm. mungkin sebenarnya lebih ke arah berita yang tidak ingin di dengar) kembali terngiang di para pendakit bukit duri, lagi lagi kami harus menerima bahwa akan ada 2 orang warga SMAN 8 Jakarta yang akan 'berpindah kediaman'. sedih ya? banget! kalo untuk 2 orang ini, beliau beliau ini entah berpindah kemana.
Yang jelas, berasa sial abis. habis tau kepsek harus pindah, 2 orang guru kami 'ikutan'. siapa?
Pak Acep Abdullah
Guru Biologi.
baca post gue 2 sebelum ini? sebenarnya doi, ngajar di kelas gue karena menggantikan bu Yus yang di semester ini sedang ada halangan untuk mengajar. At first, ya. semuanya biasa saja. Makin kesini, ternyata doi ngajarnya asik *no kid pak* foto yang gue post di 2 post sebelum ini itu hari rabu. dimana gue berfikir kalo doi hanya berhenti mengajar kelas kelas bu yus yang beliau gantikan. yang gue gak tau, adalah doi beneran gabakal ngajar lagi. bener bener. gabakal. ketemu lagi sama doi sebagai guru smandel.
berita ini sudah cukup menyebalkan.
Miss Litachem!
Guru Kimia.
guru yang khas dengan baju yang selalu fashionable & colorfull ini juga ternyata bakal resign dari smandel. How come? gatau deh. yang jelas lagi lagi berita itu serasa batu bata yang nimpuk abis jatoh kepleset di bawah tangga yang ikutan kesirem air ember, rasanya 'aduh, pake ikutan ketimpuk batu bata segala sih' berasa sial kuadrat, sedih kuadrat, iya banget.
Guru yang juga khas dengan "ini enggak sulit kok nak" "cuma buat pengetahuan kamu aja nak" ini juga ternyata harus resign. ditanya gimana pendapat? sedihlah-_-
Tapi............................YA HARUS MENERIMA. hehe^^
Intinya, Bu, Pak, dan Bu. terima kasih sekali waktu, kalimat, perhatian, kesabaran, dan hal hal lain yang telah ibu dan bapak berikan. Yang jelas, membuat kami semua gak pengen ibu sama bapak gak di 8 lagi.
Semoga sukses di jalan yang udah dipilihnya, Bissmillah ya pak, bu! :)
Langganan:
Komentar (Atom)



