Hihihi,
baru baca blog seseorang yang bilang kalo nulis itu asik. dan asik banget.
i couldn't agree more.
dan setuju juga sama orang itu, kalo kadang suka sebel ngeliat orang yang tulisannya konsisten dengan gaya bahsanya di setiap postingan blog-nya. dan gak kalah setujunya lagi kalo kita unik dengan gaya bahasa kita sendiri, kalo kata doi sih "be bold bro!" Jadi mari kita ber-bold-ria.
Gue dengan gaya bahasa yang gak ada spesies bahkan familinya. yang awalnya jelas akhirnya ngatung kaya celana para rocker jalanan yang punya poni lempar, atau awalnya kosong gak ada makna bawahnya jadi sok puitis dan berisi, uhuk. atau emang gaada isinya sama sekali (yang ini mungkin mendominasi).
So, kembali mau curhat yang dicolong. atau orang bilangnya curcol.
Jadi ceritanya kemaren kemaren tuh lagi nyari dukungan, buat suatu tindakan yang gue gak yakin bakal ada faedahnya apa engga, atau mungkin bisa dibilang yang gue sebenarnya tau ada / enggaknya manfaat dari tindakan itu tapi masih belum mantep dan mau mengakui, jadi ya cerita sana sini. dan melihat pendapat mereka-ers.
Mereka sih menyemangati, menyuruh untuk maju. untuk jalan. untuk bergerak ke depan.
dan itu yang gue mau, eh salah itu yang gue kira gue mau pada awalnya.
Ternyata gue orang yang cukup gengsi buat mengakui beberapa hal, termasuk yang ini. baru engeh. kalo sebenernya. gue gak seberani itu, kalo gue belum ada nyali buat maju ke situ.
maaf ya. kayanya untuk yang ini. aku mundur dulu. aku pasif dulu. aku diem dulu. belum berani nitipin harapan harapan itu lagi sama awan awan di langit. belom siap jatoh lagi. ya, belum siap jatuh lagi. :)
but however. thanks dukungannya gais. tapi mungkin engga sekarang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar