Jeez. what i've been doing lately is so.............................................unpredictable yet so much fun! *hayo ngawur inggrisnya* wkwkwk.
yap, dimulai dengan segala ujian akhir semester yang mostly menentukan kemana gue bakal lanjut. di lanjutkan dengan salah satu prokernya kemas yang diadain barengan sama tesis, and then there's "xc goes to dufan at remedial week" a days later there's TESIS and of course, BASIS (proker kemas yang diadain bareng sama tesis)
Di TESIS ini, yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. singkat & garis besarnya, para Delapan 2014 ini, semacam homestay 3 hari 2 malam di sebuah desa namanya desa tambak mekar, subang jawa barat. disitu kita ngadain penelitian buat di jadiin sebuah karya ilmiah. disitu kita tinggal di rumah penduduk sana. ya, numpang juga bisa dibilang gitu sih.
Gak muna, gak klise. ini seru banget.
banyak banget 2014 yang berawalan dengan kontranya terhadap acara ini, end up with askin TESIS one more time! karena emang nyatanya seru banget gais.
oke.
Dan, buat BASIS-nya. Allhamdulillah lancar, disini kita kita kerja sama dengan pihak forum studi islamnya - FKUI kita ngadain pengobatan gratis dan pendistribusian sembako gratis, jalannya acara ini juga engga lepas dari kontribusi para 2015 & 2013, yang mana gue gangerti bakal gimana jadinya kalo engga ada mereka. seriously gais. thanks abis. berat. sangat :)
And so, there's also something that kinda bother me.
sedikit dihantui, ya bukan di hantui juga sih. sedikit di temani dengan beberapa pertanyaan.
terutama buat kamu, saya merasa banyak belajar dari kamu. merasa perlu lebih banyak belajar lagi setelah ketemu sama kamu.
Ngerasa gimana enaknya ketika kita kena imbas atas perbuatan baik seseorang, dan mendorong saya untuk lebih sering berbuat baik dan menjadi orang yang lebih baik.
Kamu, apakah memang seperti ini jalan jejak yang kamu tinggalkan? apa begitu juga dapatnya semua orang setelah ketemu sama kamu? apakah, memang tidak ada peninggian walau cuma sebenang. ekhm untuk orang orang tertentu. yang mana mungkin saya berharapnya itu saya.
Hal hal yang belakangan ini membuat saya lebih waspada membuat saya lebih takut untuk kembali turun. tapi lebih takut jika rasa takut tidak cukup untuk membendung sifat ceroboh saya untuk kembali turun lagi. lebih dalam.
saya bingung, sebenarnya saya ini bingung kenapa? apa karena memang saya hanya takut? apa iya? pengharapan akan peninggian itu hanya keinginan duniawi saya yang begitu serakah. sehingga berfikir jernihpun sulit bagi saya.
Tapi jikalau boleh kata ini saya ucap dan haturkan. betapa beruntungnya dia dia yang pernah kamu tinggikan. pernah kamu keataskan. pernah kamu bendung dan kamu jaga. tidaklah luput saya dari sifat kemanusiaan saya, maafkan ke-iri-an saya.
Karena saya rasa, saya kembali jatuh buat kamu.
terlepas betapa saya akan mengutuk diri sendiri karena terlalu bodoh, tapi sekarang saya mau percaya dulu. sama kamu. sama hati saya yang cukup bodoh untuk turun kembali. menginginkan awan peninggianmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar