Pulang lepasnya hilang.
Dikekang menarik merana.
Jarumnya terus berjalan, rasa yang menukik terlambat datangnya.
Mencabik sampai tak mengenal bagian.
Selalu tetap saja di belakang.
Dentuman jarumnya tak sampai seratus.
Baru sadar ketika menapak keluar.
Mengangkat dan menapakan telapak kaki ini kedepan. Berjalan terus.
Tak pandai berkata diri ini.
Namun tetap izinkan haturan dari pikiran yang sekenannya.
Makasih 3 taunnya. 8 2014.
Terlalu banyak untuk dideskripsikan.
Mungkin lain waktu akan memberi pemaparan lebih jelas.
Tapi, makasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar