Angin,
Malam ini aku bersua karena begitu besar inginnya jemariku menorehkan apa yang sudah semrawutan berlarian di pikirku belakangan ini.
Angin,
maafkan segala ke-roman-picisanku. maafkan segala kata yang akan keluar dan kutulis dalam bentuk rangkaian kalimat ini, aku tau aku hanyalah seorang yang sedang bingung jalan karena begitu tebalnya kabut didepan jalanku ini.
Sementara aku tau, tak akan permanen.
Efeknya akan hilang dalam hitungan hari. Tapi biarlah kali ini kunikmati indah leginya dari detik ke detik.
Angin, izinkan ku katakan bahwa aku telah jatuh hati
Aku telah jatuh cinta, angin.
Bukan pada sebuah sosok,
bukan pada sebuah paras,
bukan juga pada sebuah nama
Tapi pada sebuah kejeniusan,
Sebuah dedikasi,
Sebuah keinginan yang tinggi,
Sebuah semangat yang tidak kenal lelah
Sebuah pembicaraan yang menunjukan begitu banyak kesabaran bersembunyi, siap menjadi amunisi kapanpun ingin ditembakannya
Setiap kata yang keluar dan terlontar dari mulutnya, begitu terstruktur rapihnya, begitu indah maknanya, begitu tinggi kandungan ilmunya, menunjukan sebuah sosok sederhana yang serba bisa di baliknya.
Alunan suaranya terdengar begitu sinkron, begitu cocok, membuatku makin menari diantara nada nadanya.
Angin, aku begitu dibuai cinta kali ini.
Cinta yang lain.
Cinta yang belum pernah kurasa sebelumnya?
Adakah rasa ini sebenarnya adalah harapku?
Sekedar inginku untuk bisa menjadi sebegitu berdedikasi, sebegitu luas dalam memiliki sebuah ilmu, sebegitu semangat sampai tak terdeteksinya kata lelah dalam kamusnya?
Mungkin.
Tapi kali ini, biarlah aku nikmati dulu indahnya rasa ini.
yang kerap menorehkan garis senyum yang tak pernah lelah di setiap detiknya,
angin.
aku telah jatuh cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar