Sabtu, 11 April 2015

Kan?

Source : www.pinterest.com

Kepingan
Kepingan mana lagi yang hilang?
Kehilangan kepingan itu, harus dinilai sebagai sebuah peristiwa yang merugikan atau justru menguntungkan?
atau justru memang hilangnya kepingan itu untuk suatu hal yang orang orang katakan masa depan yang lebih baik?

Kepingan itu tetap tinggal atau jatuh, seperti layaknya sebuah kepergian dan kedatangan?
Kenapa? Kenapa kepergian disebut lebih awal? bukankah rangkaian peristiwanya diawali dengan kedatangan baru dengan kepergian?
Nggak tau.
Semaunya jari jari saya mengetik kata kata ini lagi gak bisa di prediksi. ada apa?
Nggak tau juga.

Setiap kedatangan dan kepergian ada artinya katanya.
Katanya.
Semuanya ada alasannya katanya
katanya.
semua ini, semua rasa ragu ragu yang seakan akan menolak pernyataan itu,
apa ini?
apa itu hanya sekedar sebuah sifat keras kepala yang tak ingin terlalu lenje dalam mengartikan aspek aspek atau poin poin yang ada di hidup?
atau memang bukan?

Atau ini yang disebut sebuah kemarahan?

Bukan?

Atau mungkin ini adalah sesuatu yang disebut sebagai titik lemah?

Teman? Kawan? Sohib? Sobat?
Semuanya cuma kata. kata benda. kata yang rangkaiannya terdiri dari pilihan acak alfabet. Siapa yang tau kalo untuk mendeskripsikan sesuatu yang disebut diatas tadi, kita akan memakai kata diatas tadi?

Kebiasaan
Kecenderungan.
Budaya.

Bukan suatu keharusan.
Kalo saya mau memanggil seseorang yang saya bilang "Teman" itu dengan sebutan "Kay"
apa saya salah?
engga.
Kamu juga ga salah.
siapapun gak akan salah kalau preferensinya memang kata kata lain.

Kan kata kata, Teman, kawan, sohib, sobat, sahabat, pacar, atau apapun itu. hanyalah generalisasi, kan?

Sekarang berarti kalo udah sampe pada kesimpulan itu, tergantung subjektivitas masing masing pribadi gimana dia mengartikan sosok pribadi yang dia panggil Teman, atau sohib atau kawan atau pacar atau musuh atau panggilan panggilan lainnya.

Kan?

Dan sepertinya saya gak bisa menyalahkan ketika ada seseorang atau banyak orang yang punya arti yang berbeda dengan kata kata itu, kan?

Mungkin pengalaman saya dengan kedatangan dan kepergian yang ngebuat saya punya preferensi sendiri sama pribadi atau sosok yang akan saya panggil teman.

Perjalanan dari waktu ke waktu juga mungkin nanti akan ngubah preferensi yang saya punya sekarang ini.
Mungkin juga karena sesuatu yang saya sebut titik lemah tadi, udah mempengaruhi sebagian besar dari keputusan saya dalam perihal manggil-memanggil ini.

Mungkin kondisi dimana kedatangan itu tidak terlalu berarti, membuat saya menjadi lebih tenang dalam memilih dan memutuskan panggilan itu tadi. Sepertinya, sebuah kedatangan yang pasti akan diakhiri dengan kepergian itu lebih baik tidak memiliki intensitas awal yang terlau tinggi.
Mungkin memang lebih baik semua hal berada dibawah batas normal terlebih dahulu.

Karena pada satu waktu, ada sebuah kedatangan yang begitu melekat, yang saya kira akan bertema sama di kedua belah pihak, ternyata memiliki kepergian yang lebih awal dari yang sudah terjadwal dari tema.
Siapa yang gapernah mengalami atau menemui kepergian?

Gaada tentunya,

Tapi ketika kepergian itu sendiri membuat saya begitu lelah, sampai akhirnya saya gak tau apa saya siap dengan kedatangan kedatangan lainnya apa enggak.
apa saya mau menerima kedatangan kedatangan lainnya apa enggak?

Mungkin ini salah satu sisi lemah yang membuat saya teralu mengikuti arus, dampak dari ketakutan akan rangkaian kedatangan dan kepergian tadi.

Tapi sekarang saya muak.

saya kira cukup sudah satu kali datang kedatangan dengan kepergian yang lebih awal dari yang terjadwal tadi,
Ternyata orang orang ini berkata lain
berpendapat lain
sesuka hatinya.

ha ha ha ha ha

harus saya tertawa?

hak saya.

Jumat, 20 Februari 2015

No.

No,

I said no.

I said no you cant.

You just cant.

You cant handle the pain, that pain,

You just cant. 

Senin, 15 Desember 2014

Jatuh Cinta

Angin, 
Malam ini aku bersua karena begitu besar inginnya jemariku menorehkan apa yang sudah semrawutan berlarian di pikirku belakangan ini. 

Angin,
 maafkan segala ke-roman-picisanku. maafkan segala kata yang akan keluar dan kutulis dalam bentuk rangkaian kalimat ini, aku tau aku hanyalah seorang yang sedang bingung jalan karena begitu tebalnya kabut didepan jalanku ini.
Sementara aku tau, tak akan permanen. 
Efeknya akan hilang dalam hitungan hari. Tapi biarlah kali ini kunikmati indah leginya dari detik ke detik.

Angin, izinkan ku katakan bahwa aku telah jatuh hati
Aku telah jatuh cinta, angin.
Bukan pada sebuah sosok, 
bukan pada sebuah paras, 
bukan juga pada sebuah nama

Tapi pada sebuah kejeniusan,
Sebuah dedikasi,
Sebuah keinginan yang tinggi, 
Sebuah semangat yang tidak kenal lelah
Sebuah pembicaraan yang menunjukan begitu banyak kesabaran bersembunyi, siap menjadi amunisi kapanpun ingin ditembakannya

Setiap kata yang keluar dan terlontar dari mulutnya, begitu terstruktur rapihnya, begitu indah maknanya, begitu tinggi kandungan ilmunya, menunjukan sebuah sosok sederhana yang serba bisa di baliknya. 

Alunan suaranya terdengar begitu sinkron, begitu cocok, membuatku makin menari diantara nada nadanya.

Angin, aku begitu dibuai cinta kali ini.
Cinta yang lain.
Cinta yang belum pernah kurasa sebelumnya?

Adakah rasa ini sebenarnya adalah harapku?
Sekedar inginku untuk bisa menjadi sebegitu berdedikasi, sebegitu luas dalam memiliki sebuah ilmu, sebegitu semangat sampai tak terdeteksinya kata lelah dalam kamusnya?
Mungkin.
Tapi kali ini, biarlah aku nikmati dulu indahnya rasa ini.
yang kerap menorehkan garis senyum yang tak pernah lelah di setiap detiknya,

angin.
aku telah jatuh cinta.

Kamis, 12 Juni 2014

Triv

Pulang lepasnya hilang.
Dikekang menarik merana.
Jarumnya terus berjalan, rasa yang menukik terlambat datangnya.
Mencabik sampai tak mengenal bagian.
Selalu tetap saja di belakang.

Dentuman jarumnya tak sampai seratus.
Baru sadar ketika menapak keluar.
Mengangkat dan menapakan telapak kaki ini kedepan. Berjalan terus.
Tak pandai berkata diri ini.
Namun tetap izinkan haturan dari pikiran yang sekenannya.

Makasih 3 taunnya. 8 2014.
Terlalu banyak untuk dideskripsikan.
Mungkin lain waktu akan memberi pemaparan lebih jelas.
Tapi, makasih :)

Sabtu, 12 April 2014

12 april 2014

Haduh, gak nyangka waktu itu dateng juga.
waktu dimana gue nulis tanggal dengan taun 2014.
2 hari lagi gue un.
H-2 UN. ujian nasional
habis itu gue gabakal ke sekolah lagi.
gue gabakal pake seragam lagi, ke daerah yang namanya bukit duri itu.
gue gabakal lagi ngerasa males buat upacara tiap senin.
gabakal lagi ngelirik lirik ke jam tangan nungguin istirahat waktu guru lagi ngejelasin
gabakal ada kerja kelompok lagi yang nanti "nanti bikin conf aja di line"

Gila. gue udah ngabisin 3 taun gue di sma bro
waktu terasa cepet banget berlalunya.
banyak orang orang baru yang gue temuin, ada yang tadinya temen smp, di smp gadeket jadi deket.
masa masa kelas 10 yang dilanda beribu milyar juta trilyun pr dan remed. yang kurang lebih melewati harinya dengan mengutuk diri, betapa bodohnya gue. kenapa gue yang sebodoh ini bisa masuk sma ini.
tapi, walau gitu tetep berwarna karena XClarious 2014

segala jaman jaman jahiliyah kelas 11 itu.
jaman jamannya sibuk banget sama subsi, ada kegiatan ini itu, ada tf besoknya tapi tetep harus ngurus proker. pengalaman sama subsi, sama orang orangnya, sama kegiatannya, sama sidang plenonya, sama dikader dan ngadernya, dilantik sama ngelantiknya.
Tapi tetep unik, karena ngebuat gue kenal sama MyGirls

masa masa kelas 12. saat dimana belum nerima kenyataan kalo udah harus mulai serius. kalo udah saatnya berenti main main. jaman jamannya senam irama, latian everyday, segala berantem ini itunya. tapi bikin kangen. yang harus inten tiap sabtu paginya. yang biasanya masih ngorok ngorok aja. yang harus TO tiap berapa bulan sekali entah, trus progress, baru napas udah TO lagi. TO dari sekolah juga, ujian yang bederet. mana sempet banjir. jadi belajarnya ga terlalu efektif.
Tapi tetep berkesan, karena XII IPA H, dan lainnya :)


terlalu banyak yang harus gue ketik kalo gue mau ngejelasinnya.
Intinya bentar lagi gue gak berseragam lagi, kemaren 10 april 2014 hari terakhir gue pake seragam.
pas banget hari kamis. jadi seragamnya batik.
iya batik 8.
Huhu :(
sedih sih mikirnya, tapi mau gamau gue akan ngalamin juga. gue akan ngelewatin ini juga. gue akan nganggep ini kenangan juga. waktu yang udah lewat juga.
jadi ya, sekarang mau berterima kasih sama pengisi 2 taun lebih gue di bukit duri itu
dari segala temen temennya, guru gurunya. satpamnya, petugas kantinnya, momennya, kelas kelasnya, organisasinya, masjidnya, hahaha. semuanya!

Sekarang bissmillahirrahmanirrahim buat angkatan gue, 2014.
buat UN nya yang didepan mata
buat segala ujian PTN-nya
Bissmillah! sukses kawan!
doakan kami, ya :) ! :D

Sabtu, 05 April 2014

Asian Dream Cup 2014


Gue nonton loh. (aamiin)
Ada running-man-nya.
HIHI.
Aamiin. semoga worth it dan seru!

stagnan.

kadang lo cuma bisa ngerasa aja pengen nulis. tapi berenti didepan lapotop. diem.
ngetik-ngapus-ngetik-ngapus-ngetik-ngapus. berulang kali. sampe akhirnya lo nanya ke diri sendiri, sebenernya apa yang pengen lo tulis.
apa yang pengen lo ceritain.
cerita apa yang mau lo bagi.
rangkaian kata apa yang mau lo rangkai
trus lo ga nemu jawaban apa apa.
Tapi rasanya salah, kalo lo ngeclose pagenya. dan sign out dari blog lo.
ya kaya sekarang, jadinya gatau mau nulis apa. :)

Jumat, 04 April 2014

Terkadang kubilang

Terkadang. Kita harus pake kata terkadang buat menggambarkan sebuah kondisi yang emang punya spesifikasi khusus, terkadang.

Terkadang. Ada hal yang gak bisa dijelaskan walau sudah berimbuhan "terkadang" dan berekor beribu alasan penunjang. Tapi tetep aja gabisa di jelasin, terkadang.

Terkadang. Di padang pasir yang panas teriknya menusukpun, bukan air atau tempat teduh untuk berteduh yang dibutuhkan, terkadang.

Terkadang. Walau sudah yakin benar rasanya melakukan suatu hal, tapi tetap saja ada hal  buruk merembetinya di belakang, terkadang.

Terkadang. Terkadang kubilang.




Jumat, 28 Maret 2014

:)

Jumat, 14 Maret 2014

Friday Night



Malam!

jadi ceritanya malam ini, gue lagi menikmati waktu senggang sejenak. walaupun senin masih ada us lagi sih, ha ha ha ha ha ha. gapapa. ha ha ha ha.

Jadi tadi ceritanya, gue berencana buat nonton running man. sambil nunggu loading videonya, ya isenglah buka youtube. mulai dari buka channelnya Maddi Jane. sampe akhirnya buka lagu ini.

Ini lagu jadul bungutt-bingit, yea i know. Jaman gue smp apa ya, taylor swift nge-HITS banget dengan lagu lagunya yang katanya menyuarakan isi hati para cewek banget ( saat itu ).

Trus diimbangi dengan lagunya bruno mars, yang katanya menyuarakan banget apa yang pengen di denger para cewek.

Ya, that happened, di lingkungan gue waktu itu.

Trus seiring berembangnya zaman, pastinya lagu lagu lain mulai bertebaran bagai rintik hujan di mana mana. Taylor sendiri udah ngeluarin album barunya.

Tapi yaaaa, i have to admit. Kalo kadang dengerin lagu yang lo biasanya dengerin lagi setelah sekian lama, itu ada feelnya sendiri bro (?) iya. ada rasanya sendiri beda. ngalahin rasa nanas, anggur, strawberry biasanya.

Trus ya biasanya, biasanya............ BIASANYA. lo bakal senyum senyum sendiri karena setiap lagu pasti punya memori kejadian sendiri. trus lo bakal entah senyum-senyum sendiri, ketawa, menertawakan diri lo dan segala tingkah laku lo dulu. betapa sebegitunya banget elo dulu.

Yaaaa, sepertinya inti dari gue ngomong gini. Gue hanya sedang ingin gila sebentar. berimajinasi sebentar. keluar dari hiruk pikuknya asap sebentar.

sebelum akhirnya balik dan kembali menyelam.

Ya, wajar kalo dibilang di tahap ini kesannya semua serba bertubi tubi.
Kadang lo jadi mikir yang kesana kesini. yang seharusnya nggak lo pikirin.
Atau, mikirin hal yang harusnya udah gak lo pikirin.

Seprti gue yang masih takut akan kebenaran pilihan gue.

apakah pilihan jurusan, fakultas, dan universitas yang gue pengen udah cocok sama masa depan gue.
apa iya gue bakal masuk dan keterima dan bisa kuliah disitu
kalo enggak gimana
gue mau apa.

Ya hal hal macam itu, sedang mengkabuti rasionalitas otak gue sekarang.

paling mengganggu.
paling irritatting
paling annoyyyiing.
tapi emang paling harus dipikir dan dipertimbangin.

Huf. doakan saja ya, gue mendapat kepastian dari apa yang gue mau ini (?)
Aamiin. :)

Sabtu, 08 Maret 2014

2014

2014.
Tahun ini tahun 2014.
iya tahun 2014.
tahun dimana gue dan berjuta juta anak kelas XII lainnya, Insya Allah bakal ninggalin bangku sma, buat ngejar pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
dulu, masuk SMA. masih 2012. rasanya, 2014 masih jauh-banget-nget.
Sekarang udah di depan mata dan dijalanin.
waktu kerasa cepet banget.
Hari hari diisi sama beribu ribu ujian. (lebay lagi)
Dan sekarang, beberapa hari menuju UAS. sebelum akhirnya UN, SBMPTN, dan ujian ujian mandiri lainnya.

Gitudeh. rasanya pengen cepet selesai semua ujiannya. tapi belom mau lulus. belom mau gak jadi anak sma lagi. belom mau lepas seragam abu abu.
masih mau ke kelas.
pake seragam.
trus tiap senin males upacara.
trus nungguin bel istirahat kapan,
nungguin bel pulang.
yang gatidur sampe malem kalo besoknya sumatif.

Kalo mau di rangkum, kehidupan kali ini kayanya gabisa gue rangkum.
terlalu gila.
tapi gue seneng karena kegilaanya.
gue punya cerita,
gue ada kisah
gue ada memori.

Dan sekarang, karena udah mantep sama pilihan PTN gue. Insya Allah, bakal berjuang.
buat semua anak kelas XII di jagad raya ini. ( lebay lagi dan lagi ) SEMANGAT! Bissmillahirrahmanirrahim.


Dan makasih juga buat yang udah nunjukin ke gue. kalo hal simpel bisa membuat yang luar biasa pun kalah. gaperlu kadonya di bungkus rapih rapih, pake kertas kado yang mahal. gaperlu kado yang besar sama mewah, gaperlu semua orang tau kalo gue dapet kado, gaperlu label nama kalo kadonya punya gue. gaperlu ucapan yang begitu puitis di tempel di kadonya, gaperlu kata kata yang badaynya ngalahin angin topan.
cukup kado yang simpel, yang isinya apa yang gue butuhin, dikasih di waktu yang pas, dan bisa ngebuat gue senyum di saat gue ga minta gue pengen senyum.
Makasih, :)

Minggu, 02 Maret 2014

Let it Go





Jadi ceritanya gue, lagi iseng googling. gadeng, sebenernya lagi googling buat kimia hari selasa, terus ya. seperti biasa melenceng buka youtube dan lain lainnya. terus nemu ini :)



Bagus. yaa, walaupun coverannya ada berjuta-juta-juta. tapi pas denger yang ini, gue feel amazed aja.

pengen juga ya punya suara bagus kaya gitu ya...........................

ha ha ha ha ha ha.



Yaa intinya worth to hear :)

Kamis, 27 Februari 2014

25

Hai, 25.
Hai.
Semangat

Kamis, 20 Februari 2014

Awan.

"Galih, tunggu...."
"Galih, kamu gak denger suaraku?"
"Galih jangan jalan dulu......"

sudah maksimal rasanya suarakku keluar dari tenggorokan, sudah sampai di ubun ubun aku teriak. tetap saja tak ada risaunya mahluk satu itu. berjalan dengan tenangnya menjahui posisiku berdiri tanpa menoleh sedikit pun. kembailah akupun mendengus kesal. menendang kecil kakiku dan mulai berjalan sambil menggerutu.

Sesedikit aku menoleh ke belakang, tetap saja rasa tidak tenangnya sesekali menjenguk.
aku terus berjalan, Galih seperti manusia dengan sejuta baterai di tubuhnya, sudah terasa sangat jauh kami berjalan. masih juga belum berhenti kakinya.
ingin teriak, tapi sudah kering suaraku. iya kalau dia dengar, jika dia acuhkan lagi seperti tadi apa guna?

Jarum jamku terus berputar, tak terasa sudah lebih dari 7200 detik aku berjalan mengikutinya, aku menyerah. kakiku sudah meronta memaksaku untuk berhenti. kepalaku sudah terlalu basah dengan kucuran air keringatku. bibirku pun sudah terlalu kering untuk terbuka.

"Galih aku gakuat! berenti dulu!!" 
tidak ada respon, ia masih saja berjalan.

"Galih!!!!"
Masih saja terdengar suara telapak kakinya itu berjalan.

"Yaudah aku berenti. terserah kamu kalo masih mau jalan"
dan ia berhenti.

Namun aku sudah tak lagi perduli. ku letakkan ransel ku itu yang sudah hampir membuat otot lenganku kehilangan massa, kuambil botol terakhir air minumku, langsung aku duduk tanpa basa basi. kunikmati teguk demi teguk air dari botol terakhirku, tak perduli kalau nanti harus berhadapan dengan fatamorgana karena dehidrasi aku dibuat oleh sinar matahari.
Tak sadar karena terlalu nikmat tenggelam dalam setiap tegukan air ku. Galih sudah duduk di depanku.

"Kalo dehidrasi nanti? kamu mau apa?"

" Minta minum kamu?" 

"Kalo aku gak kasih? "

" Gak mungkin."

"kalo iya?"

"aku ambil paksa. kamu tega aku dehidrasi?"

" kamu sendiri tega aku dehidrasi? "

"Ya enggaklah...."

"Kalo gitu kamu gabakal tega ambil paksa minumku"

sunyi. akupun tak tau harus merespon apa.

" Tapi kalo disuruh milih, mending kita berdua sama sama gak dehidrasi kan?"

" Ya......iya, siapa yang mau dehidrasi galih?"

" Awan. awan mau dehidrasi demi kaktus. awan bahkan mau dehidrasi buat kita." 

"Karena dia bakal nurunin ujan jadi dia dehidrasi? iya? kalo emang udah siklusnya? kamu mau apa?"

"Kamu tau apa?"

"Cuma yang aku bilang tadi? terus apa hubungannya?"

"Kamu jadi aneh."

"Kamu yang aneh. bawa bawa awan. disini sekarang cuma ada aku sama kamu. biar waktu jalan. jangan kamu putar balik hawanya. aku udah suka yang normal."

"Iya tapi kamu gak normal"

"Terus kamu masih mau berjalan sama aku? dijalan yang panjangnya aku gatau ini?"

"Apa aku keliatan punya pilihan lain?"

"Apa kamu harus punya?"

"kondisional. yaudah ayuk jalan lagi. lelet."

Tanpa sadar ia sudah berjalan kembali di depanku. beberapa langkah di depanku.aku kembali mendengus kesal karena ia lagi lagi ta mau menunggu. selagi aku memasukan botolku yang sudah kosong, kulihat botol galih berada di dalam tasku.

"Tadi katanya....."
Sambil kulihat kembali, apa benar itu kepunyaannya atau hanya efek fatamorgana yang mulai mendatangiku. sambil kuputar putar botolnya, kutemukan satu tanda yang memastikan bahwa itu memang kepunyaanya.
iya tanda kecil yang meyakinkan, di sudut kanan atas tutup botolnya.
gambar awan kecil sedang tersenyum. tersenyum manis kepadaku, membuatku kembali berjalan dengan semangat yang berbeda.

"Baru ingat aku, kenapa aku pilih kamu untuk berjalan di depanku. dari awal. aku gak salah. awan :) "




Kamis, 30 Januari 2014

yajadi.

yajadi, ceritanyaa. sekolah gue udah banjir-surut-dibersiin-banjir lagi-surut lagi-dibersiin lagi-banjir lagi (lagi)- selama 3x berturut turut, yang terakhir yaa yang kemarin rabu itu. udah optimis kamis bisa balik ke boekit duri lagi. ternyata hari ini naik lagi airnya. dan lagi-lagi semeter.
duh, kapok. sumpah.
ga lagi deh ya. doa macem macem.
kangen sekolah banget.
suasananya beda.
kaya bukan di home sweet home gitu.

dear siapapun yang berdoa kalo pas ujan ini sekolahnya banjir aja, biar bisa gamasuk. atau bahkan ada yang bercanda minta sekolahnya hanyutin aja. just......change your wish, k? 
i swear to God. mungkin awalnya happy bisa pulang cepet, ngebolang, apalagi kalo tempat lo sekolah sebelahan sama pasfes (ehm sekolah temporary gue). tapi pasti lama lama lo bakal kena homesick -eaaaaa! tapi gaboong sumfe.
masih banyak doa lain yang bisa lo lantunkan guys. kerasakan sekarang? macet kemana mana coy! temen gue ada yang sampe sekolah jam set 12 siang, saking macetnya. dan tetep mau ikut TO. demi TO. jadi ya, gimana kalo kita doa ibu kota pindah aja ga di jakarta lagi? :D 



 jadi ini awalnya. jam 09.30-an pagi kalo gasalah.



 nah masih semata kaki atasan dikit lah ya.


kita masih bisa liat pendopo, dan pager sekolah dengan jelas. tapi.....\



ini update-an terakhir jam 15.30-an apaya, gue lupa. pokoknya sore, say babay to pager. lantai 1 mau abis bro!


Labil bener ya ujannya. iya, dateng-pergi-dateng-pergi-dateng-pergi. nenggelemin sekolah gue seenak udel aja huhu :(:( trus truskan sekolah gue gabisa apa apa, gabisa jalan. karena tempatnya emang disitu. huhu :(:( entar dulu kek banjirnya. tunggu kelas 3 kelar ini-itunya.
pasif ya, gabisa apa apa hehehehehehe. beda sih ras sama lo, lo bisa kok gak pasif, belum tau aja gimana caranya. masih aja dikepung sama banjir. kayak sekolahku tercinta ini huuuu :(


okde. bye